Menurut saya, sabar itu tidak ada batasnya, jika ada batasnya bukan sabar namanya, karena menurut saya sabar itu adalah menahan atau mencegah. Jika biasanya sabar selalu identik dengan sikap pasrah, justru saya rasa sebaliknya, sabar tidak identik dengan kepasrahan dan menyerah pada kondisi yang ada, atau identik dengan keterdzoliman. Justru sabar adalah sikap aktif untuk mengubah kondisi yang ada, sehingga bisa menjadi lebih baik lagi.
Kesabaran tidak bergantung pada batasan, justru ia bergantung pada kematangan sikap berfikir seseorang. Ingatlah bahwa marah bukan berarti tak sabar, acuh bukan berarti tak sabar, tapi keduanya merupakan ungkapan kesabaran yang sedikit keras, tetapi tentu saja dengan catatan melakukannya dengan situasi dan kondisi.
Bila sabar tak berarti pasrah, tetapi ada baiknya jika suatu kesabaran diakhiri dengan suatu kepasrahan kepada Allah, karena bagaimanapun, manusia boleh berusaha tetapi tetaplah Allah yang berkehendak dan menentukan.
Sabar sebagai senjata atau penolong Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’,
(QS.2:45)
Bukankah Allah swt selalu bersama orang orang yg sabar? Jika kau dapat mengukur dan membatasi SABAR. Bagaimana dengan CINTA? Mari kita sama-sama belajar sabar.
0 comments:
Post a Comment